ACUNGKAN jari telunjuk tangan atau buat lambang victory, lalu letakkan di pipi. Sunggingkan senyuman yang paling manis, jangan lupa pasang sorot mata genit. Maka Anda akan (kurang-lebih) menyamai keimutan gadis-gadis Buono!.
Yeah, benar-benar dahsyat tiga gadis -- Tsugunaga Momoko (17), Natsuyaki Miyabi (17), dan Suzuki Airi (14) -- ini dalam mengekspresikan diri. Atau dalam bahasa mudahnya, narsis yang agak-agak alay. Hehehe, tidak bermaksud mendiskreditkan.
Dalam budaya musik pop di Jepang, dengan status mereka sebagai salah satu girl band yang mengusung genre musik J-Pop, gaya yang ditampilkan -- bubble gum style -- lumrah banget.
Hebatnya Buono!, alih-alih mengesankan norak, mereka justru terlihat keren dan menggemaskan! Seorang netizen bahkan mengaku tertarik pada Buono! tanpa sebelumnya mendengarkan musik mereka.
“Ada sesuatu tentang Buono! yang langsung menenteramkanku, tapi aku melewatkan lagu-lagu mereka selama berbulan-bulan. Aku juga tidak terpikir untuk berbagi (di internet) lagu-lagu di dua album mereka karena aku bahkan tidak pernah mendengarkan mereka,” begitu pengakuan netizen itu.
Seperti halnya NEWS dan Hey! Say! JUMP yang memiliki subgrup, Buono! pun merupakan girl band subgrup dari Hello! Project Kids yang dipayungi manajemen Hello! Project. Hello! Project Kids adalah kelompok penyanyi beranggotakan 15 orang gadis belia yang terpilih dari sekitar 27.985 pelamar audisinya pada 2002.
Sedangkan Hello! Project atau H!P sendiri dalam fungsinya mengurusi gadis-gadis idola di genre musik J- Pop secara kolektif. Yaitu mereka, para artis rekaman yang terikat kontrak dengan Up-Front Group.
Setelah eksis sebagai grup vokal di bawah bendera Hello! Project Kids, berikutnya ke-15 gadis itu dipecah ke dalam dua grup turunan, Berryz Kobo dan C-ute.
Nah, Buono! menjadi subgrup teranyar yang anggotanya dijumput dari kedua grup turunan itu. Airi dari C-ute, sedangkan Miyabi dan Momoko dari Berryz.
Buono! diperkenalkan kepada publik tahun 2007 melalui berbagai media. Sementara musik mereka diperdengarkan lewat sebuah tayangan animasi yang diadaptasi dari manga Shugo Chara!. Buono! membawakan lagu pembuka “Kokoro no Tamago” dan penutupnya “Honto no Jibun”.
Hal itu membuat mereka terjebak dalam batas waktu. Kalau tayangan usai, berarti selesai juga lagu mereka diperdengarkan, bukan?
Kejadiannya ternyata berbeda. Justru itu langkah jitu. “Honto no Jibun” laris terjual sebanyak 30 ribu kopi di pekan pertama. Tidak jauh beda dengan prestasi penjualan grup mereka sebelumnya. Dibandingkan dengan grup dedengkot H!P, Morning Musume saja hanya selisih kurang 15 ribu kopi.
Berbekal kesuksesan itu, Buono! merilis album debut Cafe Buono! Pada 2008. Berhasil melejitkan lagu “Renai Rider”. Lagu yang sekaligus menjadi momentum kesadaran publik akan kualitas Buono!.
Kalau didengarkan, musik yang ditawarkan Buono! seperti musik di eranya Cyndi Lauper dan Go-Go. Musik rock yang sangat girly. Album itu menjadi juara di barisan album terbaik pada tahun yang sama. Menjadikan Buono! grup penyanyi yang bereputasi.
Selanjutnya, band yang namanya berasal dari bahasa Italia yang berarti bagus atau enak itu rutin menelurkan karya. Pada 2009 mereka merilis album kedua Buono!2. Ada lagu “Kiss! Kiss! Kiss!” dan “Rottara Rottara”. Sayang, album kedua ini dinilai tidak sebagus album pertama.
Terkait gaya mereka yang (seolah harus) imut dan menggemaskan, memang konsep yang diusung manajemen. Berryz Kobo dan C-ute menampilkan hal serupa. Pun Morning Musume yang sama-sama imut dan menggemaskan namun sedikit lebih dewasa dan seksi. Timbul kesan, para gadis ini tidak ubahnya boneka-boneka cantik industri musik. Tapi Buono! terus membuktikan diri lewat karya.
“Dibandingkan grup dengan pencitraan imut Hello! Project lainnya (yang saya yakin Buono! pun tidak kurang imutnya sama sekali, percaya deh), grup ini lebih menampilkan kesan punk rock. Itu tercermin di dalam musik mereka, yang memang selalu terdengar nge-rock (kecuali single pertama mereka),” tulis seorang netizen.
Netizen lain lebih kritis lagi menganalisis Buono!. “Hal pertama yang sungguh mengejutkanku adalah ini (musik Buono!) adalah sungguhan rock. Tidak ada yang disembunyikan di balik kerudung elemen pop, dan itu sama sekali tidak menggelikan, ini murni sebuah mainstream, bukan rock yang cuma menjual fisik.”
Ya, grup vokal berisi gadis-gadis remaja rentan menjadi eksploitasi fisik atau (maaf) seksualitas. Tidak bisa dipungkiri, kostum panggung mereka terbilang seksi dan rata-rata minim. Belum lagi gaya menari baik di atas panggung maupun di dalam video klip yang terbilang menggoda.
Morning Musume mendapat kritik pedas dari publik akibat usaha mereka yang terlalu kentara menonjolkan daya tarik fisik ketimbang musik.
www.tabloidbintang.com/asia/jepang/2527-...dap-didengarkan.html